0
Dengan metode pembelajaran apapun tanpa keteladanan dari sang pembimbing itu seperti halnya memindahkan beban kepada anak.

Ini tentu tidak diinginkan dalam setiap proses pembelajaran, baik di rumah terlebih di sekolah. Pembelajaran memang pada mulanya disampaikan secara teoritis, analisis, hingga praktis. Praktis bukan berarti simpel atau apa adanya, akan tetapi praktis yang berarti aplikatif dan implementatif dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Ketika proses belajar seorang anak didasarkan pada teori dan analisis semata, maka kemungkinan besar tujuan pembentukan karakter yang dijadikan tujuan akhir dari suatu pembelajaran tersebut akan kandas. 
Ilustrasi : Guru Memberikan Contoh dengan langsung "turun lapangan". 
Sumber gambar : edukasi.kompasiana.com
Akan tetapi, ketika keteladanan yang dapat didengar dan dilihat langsung oleh anak jelas efektifitasnya akan lebih daripada arahan ataupun nasehat belaka.

Seperti halnya orang tua yang memberikan anak contoh tegas, maka anaknya pun akan menjadi orang yang tegas. Sehingga tak heran jika ditemui banyak orang besar dan sukses dalam kariernya tak jauh bidangnya dari apa yang telah mereka teladani dari orang tuanya bahkan tak hanya itu, karakternya pun cenderung identik, dan tentu saja ini bukan semata karena identiknya DNA semata, akan tetapi lebih daripada itu, yakni contoh-contoh yang nyata.

Dalam ajaran agama pun telah mengajarkan betapa pentingnya keteladanan-keteladanan yang nyata itu ada pada seluruh Rosul pilihan-Nya untuk dianut oleh seluruh umat-umat-Nya. Maka, menurut hemat saya tak ada metode pembelajaran yang paling efektif kecuali keteladanan itu sendiri. Dan tentunya metode keteladan ini akan menjadi metode pembelajaran yang paling efektif sepanjang masa.

Posting Komentar

 
Top